OpenAI, perusahaan yang dikenal luas karena pengembangan teknologi kecerdasan buatan, kini menghadirkan inovasi terbaru dalam bentuk fitur yang disebut “Deep Research.” Fitur ini dirancang untuk menyelesaikan tugas-tugas penelitian dengan lebih efisien dibandingkan pendekatan konvensional. Bagi mereka yang memiliki akun OpenAI Pro, yang berharga sekitar $200 per bulan, Deep Research menawarkan kemampuan untuk melakukan penelitian yang mendalam dan kompleks dalam waktu singkat.
Meskipun banyak orang sudah memanfaatkan ChatGPT sebagai asisten penelitian untuk menemukan fakta dan angka dengan lebih cepat, platform tersebut sering kali menghadapi masalah terkait ketepatan informasi. ChatGPT diketahui memiliki kecenderungan untuk “berhalusinasi,” menciptakan data dan referensi yang tidak valid. Hal ini membuat pengguna harus memverifikasi informasi secara manual, yang bertentangan dengan tujuan awal penggunaan AI untuk mengotomatisasi tugas penelitian.
Melalui Deep Research, OpenAI menawarkan solusi untuk masalah tersebut. Fitur ini memanfaatkan model o3 yang dioptimalkan untuk pencarian web dan analisis data, memungkinkan ChatGPT untuk mencari informasi secara mandiri, menganalisis data dari berbagai sumber, dan menghasilkan laporan yang setara dengan analisis yang dilakukan oleh peneliti profesional. Berdasarkan data dari OpenAI, Deep Research dapat menyelesaikan tugas yang biasanya memakan waktu beberapa jam dalam waktu kurang dari satu jam.
Pengguna dapat menggunakan Deep Research untuk berbagai keperluan, antara lain:
1. Penelitian mendalam pada topik-topik kompleks di bidang keuangan, sains, kebijakan, hukum, dan teknik.
2. Mendapatkan informasi terperinci sebelum melakukan pembelian produk seperti mobil, perangkat elektronik, dan furnitur.
3. Menganalisis dan menyusun laporan lengkap yang mencakup semua langkah dan sumber informasi yang digunakan oleh AI.
Kelebihan utama dari Deep Research adalah kemampuannya untuk menangani pertanyaan kompleks tanpa memerlukan masukan lebih lanjut dari pengguna setelah prompt awal diberikan. Ini memungkinkan pengguna untuk fokus pada analisis data tanpa harus terjebak dalam proses pengumpulan informasi yang memakan waktu.
Namun, meskipun Deep Research menjanjikan keakuratan yang lebih tinggi, beberapa keterbatasan tetap ada. OpenAI mengingatkan pengguna akan potensi risiko kesalahan informasi yang masih bisa terjadi, meski tingkat “halusinasi” model ini lebih rendah dibandingkan dengan model ChatGPT lainnya. Oleh karena itu, tetap disarankan bagi pengguna untuk memverifikasi informasi yang diperoleh.
Untuk menggunakan Deep Research, pengguna cukup memilih opsi ini saat membuat permintaan di ChatGPT dan harus memberikan instruksi yang spesifik agar AI dapat memberikan hasil yang relevan. Pengguna juga dapat melampirkan arsip atau spreadsheet untuk membantu proses analisis.
Dengan dukungan fitur Deep Research, OpenAI bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi pengguna dalam melakukan penelitian yang kompleks dan komprehensif. Dengan upaya peningkatan terus-menerus dan pengembangan yang dijanjikan, baik pengguna individu maupun profesional akan dapat memanfaatkan teknologi ini untuk menggali informasi yang lebih dalam dan lebih bermanfaat di berbagai bidang.