Penjualan global Toyota menunjukkan tren positif dengan pencapaian 761.717 unit pada Februari 2025, mengalami kenaikan sebesar 5,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut laporan Kyodo yang diterbitkan pada 28 Maret 2025, pertumbuhan penjualan ini terjadi di tengah ancaman tarif impor sebesar 25 persen yang akan diterapkan di Amerika Serikat mulai 2 April mendatang.
Peningkatan penjualan domestik mencatat angka yang mencolok, melonjak hingga 28,2 persen menjadi 133.287 unit pada bulan lalu. Lonjakan ini sebagian besar didorong oleh peluncuran model-model baru yang menarik minat konsumen. Di sisi lain, penjualan di pasar luar negeri juga mengalami pertumbuhan, meskipun tidak sekuat pasar domestik, dengan kenaikan sebesar 2,1 persen mencapai 628.430 unit. Hal ini menandai rekor penjualan untuk bulan Februari di pasar internasional.
Salah satu sorotan penting adalah kinerja penjualan di China, yang mencatat pertumbuhan luar biasa sebesar 15 persen. Keberhasilan ini dipicu oleh strategi promosi yang efektif yang diterapkan oleh Toyota di kawasan tersebut. Namun, tantangan muncul dari pasar Amerika Utara, di mana penjualan turun sebesar 6,5 persen. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh kekurangan pasokan mobil hibrida yang sedang meningkat permintaannya.
Sebagai produsen mobil terbesar asal Jepang, Toyota melaporkan bahwa total produksi kendaraan pada Februari juga meningkat mencapai 779.790 unit, naik 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi di dalam negeri tercatat melonjak 16,2 persen menjadi 286.372 unit, sedangkan produksi di luar Jepang hanya meningkat tipis sebesar 0,6 persen menjadi 493.418 unit. Laporan tersebut juga mencatat bahwa produksi di China meroket hingga 25,6 persen.
Berikut adalah ringkasan data penting terkait penjualan dan produksi Toyota:
- Total Penjualan Global (Februari 2025): 761.717 unit (+5,8%)
- Penjualan Domestik: 133.287 unit (+28,2%)
- Penjualan Luar Negeri: 628.430 unit (+2,1%)
- Kenaikan Penjualan di China: +15%
- Penjualan di Amerika Utara: -6,5%
- Produksi Total: 779.790 unit (+5,8%)
- Produksi Domestik: 286.372 unit (+16,2%)
- Produksi Luar Jepang: 493.418 unit (+0,6%)
- Produksi di China: +25,6%
- Produksi di Eropa: -18%
- Produksi di Amerika Utara: -1,1%
Dengan adanya ancaman tarif tinggi di AS, Toyota perlu mempertimbangkan strategi jangka panjang untuk menghadapi tantangan ini. Meskipun penjualan global saat ini menunjukkan pertumbuhan, penerapan tarif dan faktor lain dapat mempengaruhi permintaan konsumen di salah satu pasar terbesar mereka. Hal ini membuat keputusan strategis menjadi sangat krusial bagi keberlangsungan dan pertumbuhan Toyota ke depannya di skala global.