Otomotif

Pertamina Dirujak: Bensin di Tetangga, Harga Hampir 50% Lebih Murah!

Kasus korupsi yang menghebohkan terkait Pertamina Patra Niaga, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp193,7 triliun, semakin menambah kebingungan dan kemarahan masyarakat mengenai harga dan kualitas bahan bakar yang ditawarkan. Pemberitaan terbaru mengungkapkan bahwa harga Pertalite (RON 90) saat ini dijual di angka Rp10.000 per liter. Harga Pertamax (RON 92) mulai dari Rp12.900 dan Pertamax Turbo (RON 98) mulai dari Rp14.000. Dalam konteks harga yang cukup tinggi di Indonesia, banyak orang mempertanyakan apa yang terjadi seandainya diberi perbandingan dengan bahan bakar di negara-negara tetangga.

Salah satu negara yang sering menjadi perbandingan adalah Malaysia. Di Malaysia, harga bensin RON 95 yangbermutu minimal justru jauh lebih rendah. Menurut data dari Ringgit Plus, harga RON 95 di Malaysia hanya sekitar 2,05 ringgit, yang setara dengan Rp7.573. Ini berarti harga bensin di negara itu hampir separuh harga Pertamax, yaitu lebih murah sekitar 41%. Selain itu, RON 97 di Malaysia, yang hampir setara dengan Pertamax Turbo, dijual dengan harga RM3,43 atau sekitar Rp12.672. Angka-angka ini jelas menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam harga bahan bakar antar negara, dan memicu pertanyaan lanjutan tentang kebijakan subsidi dan pengelolaan resources di Indonesia.

Selain Malaysia, Indonesia juga dapat dibandingkan dengan Vietnam. Sebuah laporan dari Vietnam Plus pada 13 Februari menyatakan bahwa harga bensin RON 92 di Vietnam mencapai 20.598 VND (sekitar Rp13.207), sementara RON 95 mencapai harga 21.074 VND (sekitar Rp13.512). Selisih harga dengan Pertamina tidak jauh berbeda, namun menjadi sorotan dan menjadi bahan diskusi dalam masyarakat.

Berikut adalah beberapa perbandingan harga bahan bakar di negara tetangga:

  1. Malaysia:

    • RON 95: RM2,05 (Rp7.573) – 41% lebih murah dari Pertamax.
    • RON 97: RM3,43 (Rp12.672) – hampir setara dengan Pertamax Turbo.
  2. Vietnam:
    • RON 92: 20.598 VND (Rp13.207) – harga hampir setara dengan Pertamax.
    • RON 95: 21.074 VND (Rp13.512) – sedikit lebih mahal dari RON 92.

Sementara masyarakat Indonesia masih merasakan dampak dari hadirnya kenaikan harga BBM, situasi ini menjadi semakin rumit dengan terungkapnya kasus korupsi di Pertamina yang mencoreng citra perusahaan. Akibat dari kasus ini, banyak orang mempertanyakan mengapa harga bahan bakar di Indonesia sangat tinggi meski negara lain, yang memiliki produksi minyak cukup besar juga, memperlihatkan harga yang jauh lebih rendah. Fakta bahwa sebagian besar masyarakat masih menggantungkan hidupnya pada bahan bakar, menjadikan isu ini semakin sensitif dan penting untuk diangkat.

Ketidakpuasan masyarakat atas harga yang berlaku juga semakin mengemuka, terutama pada saat harus berhadapan dengan situasi ekonomi yang mungkin terasa semakin sulit. Berbagai suara dari publik mengharapkan adanya transparansi lebih lanjut tentang bagaimana harga-harga ini ditentukan, serta solusi konkret dari pemerintah dan Pertamina untuk menjaga kestabilan harga BBM di tanah air. Melalui perbandingan data yang ada, diharapkan masyarakat bisa lebih mengerti dan memiliki wawasan lebih luas terkait pengelolaan sumber daya energi di Indonesia.

Hendro Wijaya adalah penulis di situs cungmedia.com. Cung Media adalah portal berita dan media online yang menyajikan informasi terkini, menarik, dan viral seputar peristiwa lokal hingga nasional dengan gaya yang informatif dan mudah diakses.

Berita Terkait

Back to top button