Amorim Ungkap Kekecewaan Terhadap Kebijakan Efisiensi MU

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, mengungkapkan keprihatinannya terhadap langkah yang diambil oleh klub dalam menerapkan kebijakan efisiensi, yang mencakup pemecatan 150 hingga 200 pegawai. Kebijakan ini ditujukan untuk menyehatkan kondisi keuangan klub yang dikenal dengan julukan Setan Merah tersebut. Dalam pernyataan yang disampaikan pada Selasa (25/2), Amorim menyatakan bahwa pihaknya harus menghadapi berbagai tantangan yang sedang melanda tim.

“Dalam situasi ini, kami harus mengatasi semua masalah yang ada. Masalah yang paling penting adalah bagaimana kami mencapai kondisi ini,” ujar Amorim yang berasal dari Portugal. Ia menambahkan bahwa ketidakberhasilan tim dalam beberapa tahun terakhir berkontribusi pada masalah keuangan yang dihadapi United. “Tim ini adalah mesin klub. Saya ingin membuat tim ini lebih baik dan meraih kesuksesan,” ungkapnya lebih lanjut.

Dalam upaya untuk efisiensi biaya, Manchester United telah menerapkan beberapa langkah penghematan, termasuk menutup kantin dan hanya menyediakan buah-buahan bagi para pegawai. CEO Manchester United, Omar Berrada, menjelaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab untuk meletakkan klub di posisi terkuat di sektor sepak bola putra, putri, dan akademi. “Kami telah kehilangan uang selama lima tahun berturut-turut. Hal ini tidak boleh diteruskan,” tegas Berrada.

Berrada menambahakan, “Dua prioritas utama kami sebagai klub adalah mengantarkan kesuksesan di lapangan untuk penggemar kami dan meningkatkan fasilitas-fasilitas kami. Kami tidak dapat berinvestasi pada tujuan-tujuan itu jika kami terus kehilangan uang.” Dia menjanjikan bahwa pada akhir proses transformasi, Manchester United akan menjadi lebih kuat dan mampu meraih prestasi di dunia sepak bola, sekaligus memperbaiki fasilitas sambil mematuhi regulasi UEFA dan Liga Inggris.

Dalam konteks klasemen Liga Inggris saat ini, Manchester United menempati posisi ke-15. Jika terus berada di posisi tersebut hingga akhir musim, mereka berisiko kehilangan hadiah uang sebesar 20 miliar pound. Hal ini tentunya menjadi perhatian serius bagi seluruh manajemen klub yang ingin memastikan masa depan yang lebih stabil dan menjanjikan.

Berikut adalah beberapa langkah yang diambil oleh Manchester United sebagai bagian dari kebijakan efisiensi:

1. Pemecatan pegawai: Pemecatan antara 150 hingga 200 pegawai untuk mengurangi beban finansial klub.
2. Penghematan operasional: Penutupan kantin klub dan penyediaan makanan sehat berupa buah-buahan untuk pegawai.
3. Fokus pada transformasi: Mengimplementasikan langkah-langkah untuk menyehatkan keuangan sambil tetap berkomitmen untuk sukses di lapangan.

Dalam pernyataannya, Amorim menekankan pentingnya mengatasi serangkaian masalah yang mengganggu performa tim. Harapannya, dengan kebijakan efisiensi yang diambil, Manchester United dapat kembali bangkit, meraih kesuksesan yang diinginkan para penggemarnya, sekaligus memperbaiki isu keuangan yang telah lama membebani klub.

Exit mobile version