Selama bulan puasa, perawatan kulit menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi para pengguna produk skincare berbahan niacinamide. Namun, muncul pertanyaan mengenai efektivitas dan keamanan penggunaan niacinamide pada kulit saat berpuasa, mengingat tubuh yang mengalami dehidrasi dapat berpengaruh pada kesehatan kulit. Sejumlah pakar juga memperingatkan bahwa penggunaan niacinamide bisa membuat kulit semakin kering jika tidak digunakan dengan benar.
Niacinamide, atau Vitamin B3, adalah komponen yang banyak dijadikan andalan dalam produk skincare karena kemampuannya dalam mengatasi berbagai masalah kulit, seperti jerawat, pori-pori membesar, serta garis halus dan kerutan. Namun, bagi beberapa orang dengan kulit sensitif, penggunaan niacinamide dalam konsentrasi tinggi bisa menyebabkan efek samping seperti kering dan mengelupasnya kulit.
Dokter estetika dr. Yessica Tania memberikan beberapa tips mengenai cara aman menggunakan niacinamide selama Ramadan. Berikut adalah poin-poin penting yang harus diperhatikan:
1. Perhatikan Kombinasi Skincare Selama Ramadan
Kombinasi skincare yang tepat menjadi faktor penting saat menggunakan produk berbasis niacinamide. Dr. Yessica menekankan pentingnya memahami persentase niacinamide yang digunakan. Hal ini akan menentukan seberapa besar pengaruhnya terhadap kulit selama puasa.
2. Batas Aman Kandungan Niacinamide
Menurut dr. Yessica, kadar niacinamide 4% sudah cukup aman dan efektif untuk digunakan saat berpuasa. Keseimbangan kadar bahan aktif ini penting untuk memaksimalkan manfaat tanpa risiko iritasi atau kekeringan.
3. Niacinamide 10%
Bagi pengguna produk yang mengandung niacinamide dalam kadar 10%, dr. Yessica menyarankan untuk mengombinasikannya dengan produk lain yang bersifat hydrating. Serum dan moisturizer yang memberikan kelembaban ekstra dapat membantu menyeimbangkan efek drying dari niacinamide. Selain itu, penggunaan sheet mask dan face oil pada malam hari juga bisa menjadi solusi untuk menjaga kelembaban kulit.
Beberapa langkah pencegahan juga perlu diperhatikan. Selama berpuasa, kulit cenderung kekurangan cairan, sehingga sangat penting untuk memilih produk pembersih wajah yang lembut dan tidak mengandung bahan keras yang dapat memperparah kekeringan. Dr. Yessica mengingatkan agar pengguna skincare yang mengandung niacinamide tetap memperhatikan kebutuhan hidrasi kulit agar tetap terjaga dan sehat meskipun selama puasa.
Dalam majalah kesehatan, para dokter kulit menjelaskan bahwa kulit yang terhidrasi dengan baik tetap bisa mendapatkan manfaat niacinamide tanpa menambah risiko kekeringan. Penyesuaian rutinitas perawatan kulit juga menjadi kunci untuk mempertahankan kesehatan kulit selama bulan Ramadan.
Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, para pengguna skincare diharapkan dapat menikmati manfaat niacinamide sambil menjaga kulit tetap terhidrasi dan bebas dari masalah kekeringan. Selalu penting untuk mendengarkan reaksi kulit dan melakukan konsultasi dengan ahli jika diperlukan. Setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda, dan memahami hal ini akan membantu mencapai hasil yang optimal dalam perawatan kulit selama puasa.